Hal yang tak mungkin aku rasa tapi aku harapkan ialah malam yang lebih panjang daripada siang. Bukan karena ingin tidur lebih lama, tetapi ketenangan hidup dirasakan di waktu malam. Sunyi diam, mengingatkan kenangan, masa yang dianggap sangat jauh seperti terlihat lagi di depan mata dekatnya. Fikiran dan khayalan cukup jadi teman. Inspirasi pun dengan mudah terlintas. Renungan akan dosa dan kesalahan tak jarang seketika membuat rasa takut.
Sadar akan diri yang penuh dosa dan noda. Seakan mengingatkan perlu banyak perbaikan diri dan keadaan. Tapi keadaan lain yang berbeda. Aku seperti kereta yang tak bisa apa-apa. Rel untuk lintasan yang diharapkan masih tiada. Hingga untuk melaju pun aku belum bisa. Jauh aku gantung keinginan dan harapan dengan-Mu ya Ya Rabb ku. Aku percaya, Engkau tak pernah melupakan sedikit pun tentangku. Sabar dan do'a ialah kunci. Salah satunya yang pasti, kesabaranku yang sedang di uji atau Engkau Ya Allah sedang menyediakan yang lebih baik dan tepat buatku. Hingga akhirnya, selalu ada langit cerah setelah badai.
No comments:
Post a Comment